Ahok Menolak Mengungsi Saat Aksi 411
Share0
Ahok Menolak Mengungsi Saat Aksi 411 Diceritakan Pada Akun Youtubenya
Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok menolak
mengungsi saat aksi 411. Mantan gubernur DKI Jakarta menceritakan peristiwa
pada 4 November 2016 silam pada akun youtube miliknya.
Pada dialog berudari 12 menit dalam acara Makna Talks, Ahok
memulai ceritanya dengan apa yang dirinya rasakan pada suasana aksi masa
tersebut.
Ahok tidak menjelaskan secara langsung jika dirinya tidak takut atas peristiwa yang terjadi 4 tahun yang lalu. Akan tetapi dirinya menyampaikan jika dirinya masih dapat istirahat dengan nyenyak saat tersebut.
Ahok Menolak Mengungsi Saat Aksi 411 Karena Tidak Takut
“Kalau aku bilang saya gak takut, nanti anda bilang kalau
saya sombong. Tapi kalau saya mau bilang kalau saya bisa tidur nyenyak”, sebut Ahok
dari pada akun youtube miliknya pada hari Minggu 6 Agustus.
Dirinya juga tidak lupa menceritakan jika pihak kepolisian
meminta dirinya agar dapat mengungsi kepada sebuah pulau kosong. Akan tetapi
permintaan tersebut ditolaknya. Menurutnya, dirinya akan lebih aman daripada
jika dibawa terbang ke sebuah lokasi yang tidak dikenal, dimana dapat terjadi
sesuatu kepadanya, dan jika terjadi, tidak akan ada orang yang dapat
mengetahuinya.
Ahok mengatakan “Dia bilang sama saya kalau mereka bisa
serbu ke rumah, nah, itukan tugas kamu buat jaga didepan rumah, kalau kamu
takut, tinggalin aja. Saya lebih bagus mati dirumah satu keluarga”.
Menurutnya, jikalau memang ada yang ingin berbuat jahat pada kala itu, paling tidak akan terdapat berita yang tersebar.
Aksi 411 Diawali Dengan Demonstrasi Di Jalan Merdeka Barat
Aksi 411 ini sendiri adalah reaksi dari banyak organisasi
masyarakat yang tidak terima akan pernyataan Ahok pada Kepulauan Seribu pada 4
tahun silam. Pernyataan tersebut akhirnya menyeret Ahok menjadi seorang
tersangka dan terpidana atas kasus penistaan agama.
Aksi 411 ini mulanya berlangsung damai. Akan tetapi menjadi
sebuah kerusuhan. Kabid dari Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono
menjelaskan jika pada kala tersebut massa sudah berkumpul didepan istana.
Tepatnya pada jalan Medan Merdeka Barat yang tepatnya pada pukul 11.00.
Awi menjelaskan jika masyarakat melakukan orasi setelah
berkumpul. Dan pada sekitar pukul 13.50, sekelompok masyarakat mulai melempari
botol air kepada petugas.
Pada pukul 14.42, Awi menjelaskan kalau sudah ada sekelompok
massa yang mulai menarik pagar kawat. Saat itu polisi tidak dapat melakukan
perlawanan, namun secara bersama sama membaca Asmaul Husna agar demonstran
tetap tenang.
Setelah itu, aksi menjadi kondusif. Akan tetapi sayangnya,
kerusuhan tetap terjadi sekitar 18.14 dimana massa mencoba menerobos barikade.